Dalam rangka memperkuat pelestarian sejarah dan kebudayaan lokal, telah dilaksanakan audiensi dengan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disparta) Kota Surabaya bersama Kepala Bidang Kebudayaan. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Eks. SIOLA Tanggal 7 November 2025 (14.00 - Selesai) tersebut turut dihadiri oleh Bapak Yos, Prof. Purnawan Basundoro, serta berbagai komunitas pegiat sejarah. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mengkaji kembali khazanah kesejarahan Surabaya, khususnya yang berkaitan dengan Cagar Budaya Langgar Gipo yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan peradaban kota.

Audiensi tersebut membahas secara mendalam mengenai urgensi dokumentasi dan pelestarian Cagar Budaya Langgar Gipo, termasuk peran para tokoh dalam membangun fondasi intelektual dan sosial masyarakat Surabaya. Selain itu, dialog juga menyoroti berbagai situs sejarah dan makam para tokoh peradaban yang menjadi bagian penting dari identitas kota. Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum untuk menindaklanjuti komitmen pemerintah daerah, termasuk janji Walikota Surabaya, guna memperkuat program-program pelestarian heritage keagamaan dan kebudayaan.

Sebagai tindak lanjut, sejumlah komunitas yang bergerak dalam bidang kesejarahan, seperti Rumah Arsip Nahdlotul Oelama', Komunitas Pecinta Langgar Gipo, Komunitas Palenggahan Djati Kyai Santri, Komunitas MAPSINU, serta Yayasan Raden Mburereh (Sunan Kapasan), menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dalam agenda Ziarah Kubro dan pendataan tokoh-tokoh muassis Nahdlatul Oelama'. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian sejarah, memperkaya pengetahuan publik, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai peradaban yang telah diwariskan para pendahulu bangsa di Surabaya.